Pages

Ads 468x60px

Kamis, 16 Agustus 2012

Ta'aruf Cinta

PERKENALAN LAWAN JENIS SECARA ISLAMI

Setelah kita mengetahui konsekuensi relationship dengan lawan jenis , maka diputuskan untuk melakukan suatu hubungan relationship secara islami, dengan maksud agar hubungannya tidak menyimpang dari ajaran Islam, salah satunya dengan melaksanakan tahapan-tahapan perkenalan sebagai berikut:


Tahap Perkenalan Cinta Secara Islami

 a.  Ta'aruf (Perkenalan)
  • Jujur 
  • Saling mengucapkan penghormatan secara Islam 
  • Berusaha memperdalam hubungan hingga terjadi hubungan yang erat
  •  Saling membuka diri     


    b.   Ta’aluf (Saling Menyayangi)
  • Buah dari ta’aruf yaitu tumbuh kasih sayang diantara kedua pihak
  • Fase ini terwujud bila ada hubungan yang kokoh antara kedua pihak sehingga  timbul rasa cinta



c.   Tafahum (Saling Pengertian)
  • Asas cinta dari keduanya adalah tumbuhnya saling pengertian dan mau menerima kelemahan dan kelebihan masing-masing pihak dengan  cara bertukar pikiran, saling menasehati dan menyarankan 
  • Dari fase ini, niscaya mereka bisa sepakat dalam setiap keputusan bahkan tata pikir dan memiliki bahasa yang satu 

d.  Tafaqud dan Riayah (Pengamatan dan Pemeliharaan)
  • Berkenaan dengan meneliti dan mengamati keadaan pasangan kita, mengunjungi rumahnya, menemani dalam bepergian, memperhatikannya, mengujinya (bibit, bebet dan bobotnya)
  • Iringi pengamatan dan pemeliharaan ini dengan melaksanakan shalat Istikharah, untuk meminta keputusan dan ridha Allah Subhana Wata'ala, insya Allah bila Allah sudah memutuskan dia jodoh kita, insya Allah akan langgeng dari kelancaran pernikahan, punya anak, tua, dan sampai meninggal
  • Bila sudah Istikharah  dan mantap dengan keyakinan diri dia adalah jodoh kita yang terbaik menurut Allah SWT, segera khitbah (melamar) kepada orang tuanya. 

e.  Khitbah (Melamar)
  • Lamarlah jodoh yang anda cintai ke orang tua pasangan, mintalah restu dengan cara yang sopan dan baik, bila sudah setuju antara kedua belah pihak, keluarga yang bersangkutan, janganlah berlama-lama untuk segera menentukan tanggal pernikahan


f.  Menikah

  • Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pengertian pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 
  • Pernikahan dianggap sah apabila dilakukan menurut hukum perkawinan masing-masing agama dan kepercayaan serta tercatat oleh lembaga yang berwenang menurut perundang-undangan yang berlaku
 

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Ta'aruf cenderung memakan waktu singkat dan kurang mengenal lebih dalam calon pasangannya, ketika menikah ternyata disadari banyak ketidakcocokan dalam berbagai hal. bagaimana mengatasinya?

abadi sari mengatakan...

saudaraku yang dirahmati Allah Subhana wata'ala, seperti yang telah kita ketahui proses taaruf tu terdiri dari beberapa proses ada taaruf, taaluf, tafahum, tafaqud, khitbah, dan menikah,,,kalau sekedar proses taaruf aja atau perkenalan ya pasti lah kurang untuk mengenal pasangan,,,kita belum masuk ke proses selanjutnya taaluf dan tafahum, pengenalan keluarga, dan saling pengertian sifat masing2,,,,dan jangan lupa kita juga perlu mengadakan sholat istikharah meminta izin dari Allah SWT bisa dibaca di link my doctor...kalau kita dapat jawaban dari sholat istikharah, yakinlah bahwa pilihan Allah yang terbaik,,,insya Allah kekal abadi sampai meninggal,,,karena memang dia yang dijodohkan untuk kita,,,,,dan bila dia memang jodoh kita segala halangan insya ALlah dimudahkan oleh Allah sampai pernikahan, punya anak, tua dan sampai meninggal ,,,amien yra

Anonim mengatakan...

klo "saling membuka diri". itu maksudnya bagaimana?
krn ada beberapa wanita yg mungkin memiliki pengalaman kurang menyenangkan, shg dia menutup diri terhadap pria

abadi sari mengatakan...

saudaraku yang di rahmati Allah Subhana wata'ala, maksud dari membuka diri, artinya kita harus jujur tentang keadaan diri sendiri terhadap pasangan kita, dan yang perlu kita ingat jagalah rahasia pasangan kita, karena dia telah mempercayai rahasianya kepada kita, ingatlah menyebarkan aib sesama muslim sama dengan kita memakan daging saudara kita sendiri, ada di dalam hadist, dan bila emang anda tidak bisa menerima kekurangannya, berpisahlah secara baik, niatkanlah dalam diri pertemuan dan perpisahan karena Allah SWT, karena perasaan cinta yang kita dapat semuanya berasal dari Allah SWT....insya ALlah semua ada jodohnya tergantung perbuatan kita sendiri, yang baik berjodoh dengan yang baik, yang jahat berjodoh dengan yang jahat, insya Allah ....

Anonim mengatakan...

subhanallah,,,

terima kasih,,,

skrg saya mengerti ta'aruf yg sbenarnya.

RA mengatakan...

alhamdulillah bila artikel ini bermanfaat bagi ukhti, terima kasih...

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah sangat bermanfaat,.. hmmm...

Poskan Komentar

 

About